Kagum, Muller Bicarakan Bokong Mbappe

BOLA MALAM – Penyerang serba bisa Bayern Munchen sekaligus Tim Nasional Jerman, Thomas Muller, mengaku sangat mengagumi sosok Kylian Mbappe. Menurut dia, bintang muda kepunyaan Paris Saint-Germain serta Tim Nasional Prancis tersebut memiliki potensi yang sangat besar, terutama dari sisi kecepatan. Muller menyebut Mbappe seperti mempunyai mesin di bagian bokongnya.

Kagum, Muller Bicarakan Bokong Mbappe

Nama Kylian Mbappe pertama kali melangit di tahun 2016 lalu, tepatnya kala ia berhasil menunjukkan performa impresif dengan membawa AS Monaco menjuarai kompetisi kasta tertinggi sepakbola Prancis, Ligue 1, serta menembus babak semifinal Liga Champions 2016/2017. Sukses mencatatkan namanya sebagai salah satu penyerang muda terbaik di Benua Biru, Eropa, servis Mbappe pun langsung dibeli mahal oleh rival AS Monaco sendiri di level domestik, yakni Paris Saint-Germain, pada bursa transfer musim 2017. Kala itu, dia sempat menjadi pemain termahal di dunia ke-2 setelah Neymar Jr yang juga dibeli PSG seharga 222 juta euro dari FC Barcelona.

Kiprah Kylian Mbappe di atas lapangan terus menunjukkan progress yang luar biasa, baik di level klub maupun Internasional. Bahkan, striker yang lahir pada tanggal 20 Desember 1998 baru-baru ini didapuk sebagai Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2018, menyusul keberhasilannya mengantarkan Tim Nasional Prancis keluar sebagai kampiun pada turnamen akbar 4 tahunan yang digelar di Negeri Beruang Merah, Rusia, tersebut. Thomas Muller pun tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya terhadap sang wonderkid.

Dikatakan Muller, kualitas permainan yang ditunjukkan Mbappe benar-benar berada di level atas, dan itu semakin terlihat sempurna dengan kecepatan luar biasa yang dimilikinya. Mbappe, tambah dia, adalah seorang pemain yang pergerakannya sulit dibendung lawan.

“Dia (Kylian Mbappe) seperti memiliki mesin di bokongnya, dan itu merupakan hal yang sangat diinginkan banyak pemain. Dia selalu membuat satu langkah cepat dan meninggalkan lawannya di belakang,” ucap Thomas Muller, sebagaimana dikutip dari Goal International.

“Untuk menghadapi pemain seperti dia dibutuhkan lebih dari satu orang, di mana ketika ia meninggalkan satu pemain, masih ada pemain lain yang bisa menghentikannya. Itu adalah satu-satunya cara untuk menghentikan pemain terbaik seperti dirinya. Dan yang paling menarik menurut saya, dia juga membuat para penonton menikmati permainannya tersebut, ” imbuh striker berumur 28 tahun itu, menyudahi.

Thomas Muller dan Kylian Mbappe sendiri baru saja selesai beradu kemampuan, tepatnya kala mereka turun dalam pertarungan antara Tim Nasional Jerman kontra Prancis di pentas UEFA Nations League 2018/2019, Jumat, 7 September 2018 lalu. Duel yang berlangsung di markas Bayern Munchen, Allianz Arena, ini berjalan dengan tempo tinggi, di mana kedua kubu sama-sama melancarkan serangan sejak awal laga. Kendati ada beberapa peluang emas yang tercipta, namun pada akhirnya Der Panzer dan si Ayam Jantan hanya sanggup menyudahi bentrokan dengan skor imbang tanpa gol. Di ajang UEFA Nations League atau Liga Negara Eropa 2018/2019, selain Jerman dan Prancis, ada juga Belanda yang menghuni Grup 1 League A.

Sekedar informasi, usai menghadapi anak-anak asuh Didier Deschamps, Tim Nasional Jerman selanjutnya akan menggelar laga persahabatan kontra Peru di Rhein Neckar Arena, Senin, 10 September 2018 dini hari nanti WIB. Sementara itu, pada hari yang sama Prancis akan menghadapi Timnas Belanda di Stade de France. Duel antara tim Ayam Jantan melawan pasukan Oranye ini merupakan matchday ke-2 UEFA Nations League 2018/2019.