Klopp: Ketangguhan Liverpool Belum Maksimal

BOLA MALAM – Juru taktik Liverpool, Jurgen Klopp, menolak berpuas diri dengan performa brilian yang sukses ditunjukkan anak-anak asuhnya di Liga Primer Inggris 2018/2019. Bekas pelatih raksasa Bundesliga Jerman, Borussia Dortmun, itu percaya bahwa The Anfield Gank masih bisa tampil jauh lebih tangguh lagi.

Klopp Liverpool Masih Bisa Lebih Tangguh Lagi

Liverpool berhasil menunjukkan kembali tajinya sebagai salah satu tim besar di Negeri Ratu Elizabeth dengan menuntaskan empat pertandingan awal Liga Primer Inggris 2018/2019 tanpa terkalahkan. Di pekan pertama, Mohamed Salah dkk memporak-porandakan West Ham United via skor 4-0, kemudian Crystal Palace 2-0 pada matchweek ke-2, dan Brighton & Hove Albion 1-0 di partai ke-3. Terbaru, pasukan Jurgen Klopp sukses memukul jawara Premier League musim 2015/2016, Leicester City, lewat skor 2-1 di King Power Stadium, Sabtu, 1 September 2018. Rentetan kemenangan itu pun membuat The Reds berhak memuncaki papan klasemen sementara dengan perolehan 12 poin, identik dengan yang dibukukan Chelsea serta Watford di peringkat runner up dan ke-3.

Liverpool sejatinya tak hanya tampil impresif dengan ketajaman lini depan yang luar biasa mumpuni, tetapi juga dengan kualitas pertahanan yang sangat kuat. Terbukti, hingga pekan ke-4, mereka menjadi satu-satunya tim yang baru kebobolan satu gol saja.

Kendati sukses mencatatkan start sempurna, namun Jurgen Klopp berpendapat bahwa masih terlalu dini untuk menyebut para personel The Reds sudah berada di puncak performa terbaik mereka. Perancang strategi berkebangsaan Jerman yakin pasukannya masih bisa tampil jauh lebih baik seiring berjalannya kompetisi di musim 2018/2019.

“Jujur saja, menurut saya para pemain masih belum berada di level teratas, karena kita masih berada di bagian awal musim. Namun, itu semua sangat normal,” kata Jurgen Klopp, sebagaimana dikutip dari Goal International.

“Semua orang mesti tahu bahwa kami masih mempunyai banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Jika mereka tidak mengetahui itu, maka saya telah memberi tahu mereka sekarang,” sambung pria berkacamata tersebut.

Lebih jauh, Klopp menilai kualitas performa para pemainnya masih sama dengan yang mereka tunjukkan di masa-masa pra-musim lalu. The Anfield Gank, tegas dia, belum menunjukkan siapa mereka sebenarnya.

“Mungkin terdengar sangat gila mengatakan ini di saat kami berhasil meraih kemenangan empat kali. Namun, ini memang masih menjadi bagian dari pra-musim untuk waktu yang lama pasca musim panas lalu,” jelas dia.

“Dari pertengahan September, kami akan bermain setiap tiga hari. Jadi kami harus melakukan banyak perkejaan sekarang, dan begitulah adanya. Dan saya tegaskan, adalah sesuatu yang normal jika dalam satu pertandingan kami tampil tidak dalam kondisi kebugaran 100 persen,” tutup pria berumur 51 tahun tersebut.

Selepas jeda Internasional, Liverpool sudah ditunggu salah satu lawan terkuat mereka di Negeri Tiga Singa, Tottenham Hotspur. Pertarungan kedua raksasa ini terjadi pada matchweek ke-5 Liga Primer Inggris 2018/2019 di markas Spurs, White Hart Lane Stadium, Sabtu, 15 September 2018 mendatang. Empat hari berselang, The Reds juga harus menghadapi tamu tangguh dari Ligue 1 Prancis, Paris Saint-Germain, dalam laga perdana mereka di fase Grup Liga Champions 2018/2019, Rabu, 19 Septem 2018 di Anfield Stadium.

Sekeder informasi, di kompetisi elit Eropa, Liverpool tergabung ke dalam Grup C. Selain PSG, laskar asuhan Jurgen Klopp akan berhadapan dengan wakil Serie A Italia, S.S.C. Napoli, dan tim asal Liga Super Serbia, FK Red Star Beograd.