Pakar Transfer: MU, Pogba Itu Kemahalan!

BOLA MALAM – Kendati sudah berlangsung cukup lama, pembelian mahal Paul Pogba oleh Manchester United dari Juventus ternyata masih menjadi pembicaraan menarik, menyusul kurang impresifnya performa sang gelandang di tim asuhan pelatih Jose Mourinho. Pakar transfer Italia, Gabriele Marcotti, berpendapat bahwa Setan Merah membayar terlalu mahal untuk mendapatkan servis pemain asal Prancis tersebut.

Pakar Transfer MU, Pogba Itu Kemahalan!

Paul Pogba merupakan lulusan akademi Manchester United. Dia meninggalkan Old Trafford pada tahun 2012 silam untuk berabung dengan raksasa Serie A Italia, Juventus. Di Turin, kemampuan Pogba berkembang sangat pesat hingga sempat dinobatkan sebagai salah satu gelandang terbaik di muka bumi. Singkat cerita, The Red Devils yang kembali kesengsem rela membayar mahal kepada si Nyonya Tua, yakni senilai 89 juta poundsterling, hanya untuk memulangkan Pogba melalui jendela transfer musim panas 2016. Mahar fantastis itu pun kontan menjadikan sang gelandang sebagai pemain termahal di dunia, sebelum akhirnya rekor tersebut dipecahkan Neymar Jr yang dibeli seharga 222 juta euro oleh Paris Saint-Germain dari FC Barcelona di bursa transfer musim panas 2017.

Dikatakan Marcotti, Manchester United benar-benar salah langkah saat melakukan pembelian Pogba dari Juventus. Menurut dia, harga pemain berusia 25 tahun tersebut seharusnya bisa lebih murah, sebab kala itu tidak ada klub lain yang ikut mengincar servisnya.

“Mancheter United membayar kemahalan untuk dia (Paul Pogba). Saya mengakui bahwa Pogba merupakan pembelian yang bagus untuk Manchester United, namun saat dia akan pergi dari Juventus, tidak ada klub lain yang ikut-ikutan menawarnya. Manchester United harusnya bisa mendapatkan Pogba lebih murah,” kata Gabriele Marcotti, sebagaimana dikutip dari The Times.

Lebih jauh, Marcotti menilai Setan Merah tidak mempunyai jaringan yang bagus di Juventus, sehingga mereka tak mampu menekan harga Pogba seminimal mungkin.

“Seharunya ada skenario yang bisa membuat mereka mendapatkan harga yang jauh lebih murah ketimbang dari yang mereka bayarkan waktu itu. Mancheter United membutuhkan sesorang yang mempunyai hubungan baik dengan Agen dan Direktur Olahraga Juventus, yang bisa membantu mereka menurunkan harga jual Pogba,” tutup pria berusia 45 tahun tersebut.

Pogba memang merupakan salah satu primadona media massa. Namun bukan berkat prestasi, melainkan karena kualitas performa dan kontribusinya yang dinilai banyak pihak tidak sesuai ekspektasi. Dua musim berseragam Manchester United, gelandang andalan Tim Nasional Prancis belum juga mampu mempersembahkan trofi bergengsi, salah satunya gelar kampiun Premier League, bagi publik Old Trafford.

Kendati begitu, tak sedikit pula yang membela Pogba. Legenda Setan Merah, Bryan Robson, bahkan menilai sang pemain hanya menjadi kambing hitam dari buruknya kiprah tim.

Sebagaimana diketahui, Manchester United kembali diragukan sanggup menjuarai Liga Primer Inggris musim 2018/2019 ini. Baru empat pertarungan berlangsung, pasukan Jose Mourinho sudah menelan dua kekalahan, yakni 2-3 di tangan Brighton & Hove Alion, dan 0-3 tanpa ampun oleh Tottenham Hotspur. Walhasil, Setan Merah tercecer di peringkat 10 klasemen sementara dengan perolehan 6 poin, terpaut 6 angka dari Watford, Chelsea, dan Liverpool, di posisi tiga teratas.

“Pogba adalah pemain top, dan kritikan-kritikan yang dialamatkan padanya sangat tidak adil. Setiap kali Manchester United memperoleh hasil buruk, selalu dia yang menjadi sasaran. Hasil akhir adalah buah dari permainan tim, yang artinya semua pemain Manchester United bertanggungjawab untuk hal itu,” kata Bryan Robson, sebagaimana dikutip dari Mirror.

“Orang-orang hanya membicarakan performa Pogba saat melawan Brighton, padahal ada banyak pemain Manchester United yang bermain lebih buruk darinya. Namun, lagi-lagi hanya dia yang dikritik paling banyak,” sambungnya.

Meski demikian, Robson mengakui bahwa performa Pogba di lapangan belum 100 persen stabil.

“Pogba adalah pemain luar biasa. Yang sekarang ia butuhkan adalah konsistensi dalam permainannya. Di mata saya, dia selalu tampil baik di setiap laga. Kemampuannya bagus, dan sekarang tinggal bagaimana ia bisa mengeluarkan hal tersebut semaksimal mungkin di setiap pekan, karena itu akan berpengaruh besar terhadap peluang juara Manchester United,” tandasnya.