Presiden Bayern Munchen Serang Ozil Lagi

Presiden Bayern Munchen Serang Ozil Lagi
Presiden Bayern Munchen, Uli Hoeness, menuding playmaker Arsenal, Mesut Ozil, sengaja menyeret isu rasisme untuk menutupi performa buruknya di Tim Nasional Jerman.

Sebagaimana diketahui, Mesut Ozil kontan menggegerkan jagad sepakbola Negeri Nazi selepas pagelaran Piala Dunia 2018 di Rusia lalu dengan mengambil langkah pensiun dari level internasional. Dalam keputusannya, gelandang serang 29 tahun mengaku tak mau lagi membela Der Panzer selama masih banyak publik yang memperlakukannya secara rasis. Tak pelak, keputusan Ozil menuai banyak kritik dari berbagai pihak meski tak sedikit pula yang mendukungnya. Kala itu, Uli Hoeness bahkan secara terang-terangan manyatakan gembira dengan keputusan sang playmaker yang menurutnya tampil buruk di atas lapangan.

“Saya bersyukur hal yang menakutkan ini sudah berakhir. Dia (Mesut Ozil) telah bermain sangat buruk selama bertahun-tahun,” kata Uli Hoeness kepada Sport Bild.

“Dia terakhir kali memenangkan tackle sebelum Piala Dunia 2014, dan sekarang dia dengan performanya yang jelek sembunyi di balik gambar ini,” sambung orang nomor wahid di Allianz Arena tersebut.

Tak berhenti di situ, kini Hoeness kembali melancarkan cercaan dengan menyebut pemain keturunan Turki berkoar soal isu rasisme hanya untuk menutupi performa buruknya bersama Timnas Jerman.

“Ozil dengan cerdiknya membawa rasisme ke dalam permainan untuk mengalihkan perhatian dari fakta bahwa ia tidak bermain sepakbola dengan baik untuk waktu yang lama,” ucap Hoeness kepada Sky Sport.

 

 

“Saya merasa tidak mungkin Presiden DFB (Asosiasi Sepakbola Jerman) mesti terlibat untuk menyelesaikan masalah Ozil dan Ilkay Gundogan. Ozil seharusnya dipaksa untuk memberikan penjelasan, itu bukan masalah kecil. Dia adalah produk yang dipasarkan dengan baik, yang diwakili oleh agensinya yang jauh lebih baik daripada dirinya sebagai pesepakbola,” ketus pria berusia 66 tahun tersebut.

Lebih jauh, Hoeness berpendapat bahwa juru racik strategi Timnas Jerman, Joachim Loew, harusnya tak mengankut Ozil ke dalam skuad asuhannya pada Piala Dunia 2018 lalu.

“Low mestinya lebih sering pergi ke Arsenal dan melihat permainannya. Dia mungkin tidak akan membawanya ke Piala Dunia karena alasan olahraga, dan kemudian kami akan terhindar dari keseluruhan drama,” tutup Hoeness.

Sebagaimana diketahui, Jerman yang menyandang status juara bertahan dipaksa pulang lebih dini pada Piala Dunia 2018. Kala itu, pasukan Low gagal lolos ke fase gugur karena hanya sanggup finis di peringkat 4 klasemen akhir Grup F yang dihuni Swedia, Meksiko, dan Korea Selatan.

Agen Judi Online