Ronaldo Mandul, Penyerang AS Roma: Sekarang Dia Tahu Beratnya Serie A

BOLA MALAM – Megabintang anyar Juventus, Cristiano Ronaldo, benar-benar tengah menjadi buah bibir publik Italia, menyusul ketidakmampuannya mempersembahkan gol bagi tim besutan pelatih Massimiliano Allegri. Hingga giornata ke-3 Serie A 2018/2019, bekas juru gedor andalan raksasa La Liga, Real Madrid, itu masih dilanda kemandulan.

 

Ronaldo Mandul, Penyerang AS Roma Sekarang Dia Tahu Beratnya Serie A

 

Cristiano Ronaldo bergabung dengan Juventus melalui jendela transfer musim panas 2018 kemarin, tepatnya setelah dibeli seharga 100 juta euro atau sekitar Rp1,6 triliun dari Real Madrid yang dibayar secara berangsur selama dua musim. Demi mendaratkan sang superstar ke Allianz Stadium of Turin, Bianconeri bahkan harus merelakan Gonzalo Higuain ke AC Milan.

Sejauh ini, Ronaldo sudah mencatatkan tiga penampilan bersama si Nyonya Tua di pentas Serie A Italia 2018/2019, dan terkamtub telah melesakkan sebanyak 23 tembakan. Namun begitu, pemain 33 tahun berkebangsaan Portugal belum sekalipun mampu membobol gawang lawan. Padahal, pihak klub dan fans berharap sang superstar bisa membuat Juventus kebanjiran gol, seperti yang dilakukannya bagi Los Blancos selama sembilan musim terakhir.

Tak pelak, fenomena kemandulan Ronaldo di Negeri Pizza mengundang perhatian banyak pihak, satu di antaranya Patrik Schick, penyerang muda kepunyaan AS Roma. Dikatakan Schick, sekarang peraih lima trofi Ballon D’Or itu menyadari betapa beratnya pertarungan di Serie A.

“Dia (Cristiano Ronaldo) sekarang tahu kalau Serie A itu bukanlah liga yang mudah,” ucap Patrik Schick, sebagaimana dikutip dari Football Italia.

“Namun saya ucapkan terimakasih untuknya, karena Serie A sekarang mengundang banyak ketertarikan,” imbuhnya.

Kendati begitu, Schick tak sedikitpun meragukan kualitas serta nama besar yang dimiliki Ronaldo.

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di depan, tetapi yang saya tahu adalah betapa beratnya liga Italia. Roaldo sudah melakukan banyak hal di lapangan, jadi mungkin soal gol itu hanya tinggal menunggu waktu saja,” tutup striker berusia 22 tahun tersebut.

Patrik Schick sendiri kini belum mampu menemukan ketajamannya seperti saat memperkuat Sampdoria dua tahun lalu. Bahkan, pada musim kompetisi 2017/2018 kemarin, Schick hanya sanggup mencetak tiga gol saja dari 26 penampilannya bersama AS Roma di semua ajang.

Sekedar informasi, ketajam Ronaldo juga sempat diragukan legenda Juventus sendiri, Ciro Ferrara. Pria Italia berumur 51 tahun meyakini bahwa sang superstar tak akan sanggup mencetak lebih dari 30 gol bagi si Nyonya Tua musim ini.

“Saya pikir dia hanya akan memperoleh maksimum 25 sampai 26 gol saja musim ini, lebih sedikit dari apa yang biasa didapatkannya di Spanyol,” kata Ciro Ferrara, sebagaimana dikutip dari Corriere.

“Sekali lagi, dalam pandangan saya, dia tidak akan mendapatkan lebih dari 30 gol. Di Italia semuanya sangat berbeda, dan saya tidak menyebutkan itu karena kualitas para bek yang kami miliki di sini, tetapi juga karena gaya sepakbola yang lebih taktis, bahkan tim kecil di sini juga lebih terorganisir,” sambungnya.

“Namun saya tidak bisa mengkritik Ronaldo karena dia adalah sosok yang sangat fenomenal serta merupakan pemain yang sangat professional. Keraguan ini mungkin akan hilang ketika dia mencetak gol pertamanya (bagi Juventus),” tutup mantan central defender Juventus periode 1994-2005 tersebut.

Sementara itu, juru taktik si Nyonya Tua, Massimiliano Allegri, mengaku memaklumi kesulitan yang tengah dihadapi Ronaldo dalam masa adaptasinya bersama tim baru.

“Ada kesulitan yang berbeda yang harus dihadapi seorang striker di Liga Italia, tetapi dia (Ronaldo) punya permainan yang bagus secara keseluruhan. Saya senang dengan apa yang dia lakukan, dan mudah-mudahan jeda internasional akan membantu kami semua menjadi lebih tajam,” singkat Allegri, sebagaimana dikutip dari Football Italia.